Jakarta (ANTARA) - Pemerintah India tengah mempertimbangkan pemangkasan bea impor mobil listrik atau electric vehicle (EV) hingga 40 persen setelah lobi yang dilakukan Tesla pada akhir Juli, kata dua orang pejabat pemerintah sebagaimana laporan Reuters, dikutip Selasa.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, tarif pajak impor kendaraan listrik senilai kurang dari 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp575 juta yang diperkirakan akan dipotong menjadi 40 persennya dari semula 60 persen.

Sementara kendaraan listrik seharga lebih dari 40 ribu dolar AS, pemotongan tarif menjadi 60 persen dari 100 persen. Pemangkasan tarif pajak tersebut termasuk harga mobil, asuransi, dan biaya pengiriman.

Baca juga: Produsen mobil impor akan bawa 53 model listrik ke Korsel pada 2023

"Kami belum mempertegas pemangkasan bea masuk, tetapi ada diskusi yang sedang berlangsung,” kata salah satu pejabat.

Ia menambahkan pemerintah India akan mendukung pemotongan tarif pajak jika perusahaan seperti Tesla dapat memberikan manfaat bagi ekonomi domestik, misalnya industri manufaktur lokal.

"Mengurangi bea masuk tidak menjadi masalah karena tidak banyak EV yang diimpor di dalam negeri. Tetapi kami juga membutuhkan manfaat ekonomi. Kami juga harus mendengarkan suara dari para pemain domestik," kata pejabat itu.

Senada dengan hal tersebut, pejabat kedua juga mengatakan seharusnya wacana ini tidak membuat perusahaan mobil dalam negeri khawatir karena pemangkasan bea masuk yang tengah dipertimbangkan hanya untuk kendaraan jenis EV. Pemain domestik masih dapat bersaing dengan memproduksi mobil bertenaga bensin yang terjangkau.

Baca juga: Tesla mobil impor terlaris ketiga di Korsel, setelah Mercy dan BMW

Sementara itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan India serta lembaga kebijakan NITI Aayog belum memberikan komentar lebih lanjut kepada mengenai hal ini.

Sebelumnya, pada Juli lalu, Tesla telah mengemukakan pendapat bahwa keringanan tarif impor hingga menjadi 40 persen akan membuat harga kendaraan listrik lebih terjangkau dan meningkatkan penjualan.

India merupakan pasar mobil terbesar kelima di dunia dengan penjualan tahunan sekitar 3 juta unit kendaraan. Namun, sebagian besar mobil yang dijual tersebut seharga kurang dari 20 ribu dolar AS atau sekitar Rp287,6 juta. Kendaraan listrik hanya sebagian kecil dari total penjualan.

Selain Tesla, produsen mobil besar lainnya seperti Daimler dan Audi telah bertahun-tahun melobi pemerintah India untuk menurunkan bea masuk impor mobil mewah namun harus menghadapi penolakan kuat dari perusahaan domestik. Pasar mobil mewah di India tetap kecil dengan penjualan rata-rata sekitar 35 ribu kendaraan per tahun.