Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening, Kondisi yang Bisa Berujung Fatal

Tanggal posting : 28 February 2023
Oleh Admin
tips-trick

Kelenjar getah bening merupakan organ tubuh yang penting. Organ ini penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi akibat bakteri, virus, kuman, dan parasit. Namun, kelenjar getah bening memiliki risiko terserang kanker. Lantas, apa saja penyebab kanker kelenjar getah bening?
Kelenjar getah bening termasuk dalam sistem limfatik. Sistem ini terdiri dari jaringan pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening. Pembuluh getah bening sangat mirip dengan pembuluh darah yang mengumpulkan dan membawa darah ke seluruh tubuh. Akan tetapi, berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh getah bening membawa cairan getah bening.

Pembuluh getah bening mengirimkan cairannya melalui kelenjar getah bening ke seluruh tubuh. Kelenjar ini memiliki struktur kecil yang berfungsi sebagai penyaring zat asing, seperti sel kanker dan infeksi.

Kelenjar getah bening terletak di banyak bagian tubuh, di antaranya leher, ketiak, dada, perut, dan selangkangan. Ketika ada masalah, seperti infeksi, cedera, atau kanker, kelenjar getah bening di area tersebut dapat membengkak atau membesar saat bekerja untuk menyaring sel-sel jahat.

Kanker dapat muncul di kelenjar getah bening dengan dua cara, bisa dimulai dari kelenjar tersebut atau menyebar dari tempat lain. Kanker yang dimulai di kelenjar getah bening disebut limfoma.

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat dua jenis limfoma, yaitu limfoma hodgkin dan limfoma non-hodgkin. Limfoma Hodgkin adalah jenis kanker yang mempengaruhi sistem limfatik. Pada penyakit ini, sel darah putih tumbuh tak terkendali sehingga menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Sama halnya dengan limfoma hodgkin, limfoma non-hodgkin juga merupakan jenis kanker yang dimulai di sistem limfatik. Pada kondisi ini, sel darah putih tumbuh secara tidak normal dan menyebabkan pertumbuhan tumor di seluruh tubuh.

Berdasarkan data Globocan 2020, jumlah kasus limfoma non-hodgkin di Indonesia mencapai 16.125 dengan jumlah kematian sebanyak 9.024. Sementara itu, jumlah kasus limfoma hodgkin mencapai 1.188 atau 0,30 persen dengan angka kematian sebanyak 363 kasus atau 30 persen.

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening
Hingga kini, dokter masih tidak yakin apa yang menyebabkan limfoma. Meskipun begitu, penyakit ini dimulai ketika sel darah putih yang berfungsi untuk melawan penyakit, disebut dengan limfosit, mengembangkan mutasi genetik. Mutasi memberitahu sel untuk berkembang biak dengan cepat. Hal ini menyebabkan banyak limfosit yang sakit terus berkembang biak.

Mutasi juga memungkinkan sel untuk terus hidup ketika sel normal lainnya mati. Hal ini menyebabkan terlalu banyak limfosit yang sakit dan tidak efektif di kelenjar getah bening sehingga menyebabkan kelenjar getah bening, limpa, dan hati membengkak.

Meskipun penyebabnya belum diketahui, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma:

Umur
Beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada usia dewasa muda. Namun, penyakit ini juga dapat pula didiagnosis kepada mereka yang berumur di atas 55 tahun.

Jenis Kelamin
Laki-laki cenderung lebih mungkin terkena limfoma daripada perempuan.

Memiliki Masalah Sistem Kekebalan Tubuh
Limfoma sering terjadi pada orang dengan penyakit sistem kekebalan tubuh ataupun mereka yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka.

Sumber : https://health.detik.com

(0) yang berkomentar

Silahkan login terlebih dahulu untuk menulis komentar

Berita Lainnya

tips-trik Pola Hidup

Baca selengkapnya

tips-trik
Sultan Riau Grand Mosque is a famous historical tourist site on Penyengat Island, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau province. This mosque was built when

Baca selengkapnya

tips-trik Eco-Enzyme

Baca selengkapnya

tips-trik
Located some 122 from Pekanbaru, capital of the province of Riau, the Muara Takus temple complex (or Candi Muara Takus) is built by the Kampar Kanan river.

Baca selengkapnya

tips-trik
Ijen plateau or known as “Kawah Ijen” is highly recommended to mountain buffs and hikers. The Plateau was at one time a huge active crater, 134 sq km in area.

Baca selengkapnya

tips-trik Pola Hidup

Baca selengkapnya