Menyikapi Kondisi COVID19 Di Indonesia

Tanggal posting : 20 January 2022
Oleh Admin
tips-trick

Saat ini di Indonesia telah banyak tersebar varian virus COVID19 yang baru, bernama varian Delta.Varian ini hanya dapat terdeteksi oleh PCR dan pemetaan genetik (namun hal ini masih jarang karena keterbatasan lab dikarenakan fasilitas yang kurang). Varian ini lebih cepat menular dan memiliki gejala lebih berat terutama pada pasien yang belum vaksin.

Kenapa Virus selalu bermutasi?

 

Virus merupakan rantai genetik RNA yang terdiri dari ratusan kode genetik dan terkadang saat 'mengcopy' diri, mereka mengalami error. Saat bermutasi virus memiliki dua kemungkinan, antara menjadi lemah atau menjadi kuat. Ketika mereka menjadi kuat inilah yang disebut oleh WHO sebagai 'variant of concern' karena varian ini dapat menimbulkan masalah baru.

Bagaimana Ketika Saya Dinyatakan Positif?

 

Ketika Anda melakukan tes, pahami terlebih dahulu metode tes apa yang Anda pakai. Gunakan metode tes yang sensitif dan spesifisitas. Dimana semakin sensitif dan spesifikasi alat tes yang digunakan maka semakin akurat hasilnya.

Perhatikan Pola Ini Ketika Melakukan Tes SWAB

  • SWAB Antigen positif &  ada gejala = Positif

  • SWAB Antigen positif & tidak ada gejala >> pertimbangkan SWAB PCR

  • SWAB Antigen negative & ada gejala >> pertimbangkan SWAB PCR

  • SWAB PCR negative & ada gejala khas >> isolasi mandiri & rencanakan swab ulang Perlu diingat pula bahwa hasil CT value tidak mempengaruhi kondisi seorang pasien COVID19. Selain itu tidak dianjurkan melakukan PCR ulang setelah dinyatakan positif karena metode SWAB PCR tidak bisa mendeteksi virus aktif dan virus yang sudah tidak aktif. Kecuali pada kasus pasien dengan gejala berat hingga kritis.

Lakukan isolasi dengan pola berikut

 

  • Tidak ada gejala lakukan isolasi mandiri 10 hari dan akhiri isolasi mandiri di hari ke-11 

  • Apabila Anda memiliki gejala ringan, isolasi mandiri 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala. Atau 14 isolasi mandiri.

  • Gejala sedang dan berat harus dirawat di rumah sakit dengan pengawasan dokter

 

Kenali Gejala COVID19

Tanpa gejala

 

Tanpa gejala

Pasien tanpa gejala biasanya memiliki frekuensi napas 12-20 kali permenit dengan saturasi napas > 95%

 

Gejala ringan

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Pilek

- Demam

- Batuk, umumnya batuk kering ringan

- Kelelahan ringan

- Menurunya nafsu makan

- Kehilangan indera penciuman/ anosmia

- Kehilangan indera pengecapan/ ageusia

- Nyeri tulang/otot

- Mual, muntah, nyeri perut, diare

- Iritasi mata

- Frekuensi napas 12-20 kali per menit

- Saturasinapas >95%

Gejala Berat 

Pasien dengan gejala berat akan merasakan sama seperti gejala ringan ditambah sesak napas dan saturasi <94>

Kritis

Pasien dinyatakan kritis apabila terjadi gagal napas dan terganggunya kesadaran pasien. Jika hal ini terjadi maka pasien harus segera dirawat di ICU

Peralatan Wajib Yang Ada Di Rumah Saat Melakukan Isolasi Mandiri

  • Termometer

  • Oximeter 

  • Tabung oksigen (jika diperlukan)

Protokol Untuk Pasien Isolasi Mandiri

Tanpa Gejala

Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pasien terkonfirmasi positif. Gunakan masker saat harus berkontak dengan keluarga di rumah dan pastikan sirkulasi udara selalu berganti.

Gejala Ringan 

Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pertama dinyatakan positif dan mulai timbul gejala setelah 10 hari tambahkan waktu isolasi mandiri minimal 3 hari bebas gejala (demam dan sesak nafas). Tetap menggunakan masker selama melakukan kontak dengan keluarga dan pastikan sirkulasi udara di rumah selalu berganti.

 

Bagi pasien tanpa gejala dan gejala ringan tidak perlu melakukan SWAB ulang. Hal ini dikarenakan pada hari ke 10 dan 14 virus sudah mati dan tidak dapat menularkan ke orang lain. Sehingga jika hasil SWAB masih menandakan positif hal itu akan berlangsung selama 3 bulan kedepan, karena bangkai virus masih ada di dalam tubuh pasien dan alat SWAB tidak dapat mendeteksi apakah itu virus aktif atau tidak.

Kapan harus panik saat Isolasi Mandiri?

Pasien harus panik saat isolasi mandiri ketika memiliki tanda klinis pneumonia, seperti demam tinggi, batuk berlebih, sesak napas, napas cepat, dan saturasi napas <94>

 

Obat Yang Harus Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri

Pasien tidak bergejala

Pasien tanpa gejala cukup mengkonsumsi vitamin, seperti:

  • Vitamin C 500 mg

  • Vitamin D 1000 IU (Kadar normal max. 10.000 IU)

  • Zinc

 

Pasien bergejala

Pasien dengan gejala sedang hingga berat dapat mengkonsumsi obat, seperti:

  • favipiravir/oseltamivir (dengan dosis sesuai resep dokter)

  • Vitamin C,D, dan Zinc

Minumlah obat sesuai anjuran dokter dan jangan meresepkan obat untuk diri sendiri. Obat yang tidak boleh asal konsumsi dan belum terbukti dapat menyembuhkan COVID19; ivermectin, azithromycin, doksisiklin, dexamethasone, metilprednisolon, amoksisilin, hidroksi klorokuin, lianhua qingwen. 

Buatlah catatan isolasi mandiri untuk membuat perbedaan kondisi setiap harinya.

Saya jadi kontak erat, harus bagaimana?

Siapa yang disebut kontak erat?

  • Tatap muka 15 menit atau lebih dengan atau tanpa masker

  • Bersentuhan fisik, sekalipun tos dengan siku

  • Ada di jarak <1>

Kapan saya harus SWAB?

Lakukan SWAB pada hari pertama karantina

Jika anda dinyatakan positif lakukan isolasi mandiri sesuai anjuran dokter. Jika anda negative lakukan isolasi mandiri dan ulangi SWAB pada hari ke-5.

Apa Itu Long Covid?

Long Covid merupakan sebuah istilah untuk semua gejala sisa yang terjadi setelah 4 minggu dari pertama kali sakit dinyatakan positif. Dengan spektrum gejala:

  • 15 - 87%: lemas, kurang berenergi

  • 24%: sisa sesak nafas

  • 17%:dada terasa berat

  • 15%: batuk

  • 13%: gangguan penciuman dan perasa

Gejala yang lebih jarang dirasakan oleh pasien adalah diare, gangguan cemas, sulit konsentrasi, rambut rontok, insomnia (sulit tidur).

Apakah harus kontrol setelah sembuh?

Jika Anda merupakan pasien rawat inap maka Anda harus kontrol paling tidak 1 minggu pasca perawatan. Namun apabila anda tidak dirawat dapat melakukan kontrol 3 minggu pasca isolasi mandiri bagi yang memiliki komorbid (penyakit penyerta).

RS penuh, tapi gejala memberat, saya harus apa?

  • Jika terpaksa, pasien harus menggunakan oksigen di rumah

  • Lakukan posisi proning/telungkup untuk membantu menaikan saturasi oksigen di tubuh

Dosis pemakaian oksigen di rumah yang tepat

Pada dasarnya berbeda - beda alat selang maka akan berbeda pula dosis oksigen yang akan dikeluarkan. Maka Anda dapat perhatikan perbedaannya, sebagai berikut:

  • Tipe selang nasal cannula: Dosis 1 - 6 liter permenit

  • Tipe Selang simple mask: Dosis 6 - 10 liter permenit

  • Tipe Selang non rebreathing mask: Dosis 10 - 15 liter permenit

Pastikan Anda mengganti cairan yang ada pada tabung oksigen dengan air steril yang bisa diperoleh pada apotek dan jangan pernah mengganti air pada oksigen dengan air keran karena hal ini justru akan memperburuk keadaan kondisi pasien.

(source: Tips Menghadapi COVID dr. Marco Vido)

Buatlah catatan is

(0) yang berkomentar

Silahkan login terlebih dahulu untuk menulis komentar

#Penulis Lainnya

#penulis Method
Gudang atau warehouse menjadi salah satu bagian penting perusahaan.

Baca selengkapnya

#penulis Management

Baca selengkapnya

#penulis BodyShaming

Baca selengkapnya

#penulis Improvement
Apa Itu 3PL? – 3PL atau singkatan dari Third Party Logistics sudah banyak membantu pengiriman ke pelosok-pelosok daerah untuk mengantarkan barang kiriman.

Baca selengkapnya

#penulis Improvement
Kaizen adalah suatu metode praktis yang berfokus pada tindakan perbaikan menuju ke arah yang lebih baik dari sebelumnya

Baca selengkapnya